Penelitian Ilmiah Remaja Biologi Arah Pertumbuhan Bibit

Masalah
Bagaimana pengaruh gravitasi terhadap pertumbuhan biji kacang buncis?
Alat dan bahan yang digunakan
  • Kertas isap
  • Air kran (air mentah)
  • 4 biji kacang buncis
  • Isolasi
  • Papan kardus ukuran 20 x 20 cm
  • Spidol permanen
  • Kantong plastic ukuran 4 liter yang bisa ditutup

Prosedur
  1. Lipat kertas isap tiga kali, kemudian basahi dengan air kran.
  2. Tempatkan kacang buncis dalam kertas basah, seperti yang terlihat pada gambar.
  3. Lipat ujung kertas pada kacang buncis pertama. Teruskan lipatan kertas sampai ke ujung hingga semua kacang terbungkus dan kertas tergulung.
  4. Ikat gulungan dengan karet.
  5. Rekatkan gulungan kacang buncis di tengah kertas kardus.
  6. Gambar tanda panah pada kardus dengan arah ke atas.
  7. Tempatkan kardus dalam kantong plastik sehingga penunjuk panah mengarah ke penutup plastic. Tutup plastic tersebut.
  8. Isolasi kantong plastic dengan posisi menghadap ke atas agar obyek secara vertical tidak bergerak yang membuat kantong kelihatan seperti jendela.
  9. Amati gulungan kacang buncis sesering mungkin setiap hari selama tujuh hari atau sampai akar dan tangkai yang agak panjang muncul dari ujung kacang.

Hasil
Tangkai-tangkai tumbuhan kacang yang ada di dalam gulungan kertas tumbuh ke atas dan akar tumbuh ke bawah.
Mengapa?
Tumbuhan tumbuh dalam arah tertentu disebabkan oleh zat kimia tumbuhan yang disebut auksin. Auksin membuat sel tanaman memanjang. Sel tanaman memanjang pada satu sisi menyebabkan tanaman berbelok ke sisi yang lebih pendek. Perbedaan jenis sel memberikan respon yang berbeda terhadap bahan kimia ini. Bertambahnya auksin menambah pertumbuhan sel tangkai, tetapi menghambat pertumbuhan sel akar. 
Gaya gravitasi menarik auksin ke bawah kearah bagian terendah dari tangkai dan bagian terendah akar-akar tumbuhan. Pertumbuhan terjadi dalam sel pada bagian yang lebih rendah dar tangkai, dan mengurangi pertumbuhan dalam sel pada bagian yang rendah dari akar. Akibatnya tangkai membelok ke atas dan akar membelok ke bawah. Reaksi pertumbuhan tanaman terhadap gaya gravitasi disebut geotropisme. Jika tangkai tumbuh pada arah yang berlawanan dengan gaya tarik gravitasi, tangkai tersebut mempunyai geotropisme negative, sedangkan akar mmepunyai geotropisme positif.


Mari Amati
Apakah tangkai dan akar terus dipengaruhi oleh gravitasi selama pertumbuhannnya? Ulangi eksperimen siapkan 4 gulungan kacang dalam plastic. Gunakan busur derajat untuk menggambar lingkaran diameter 15 cm pada kertas kardus dalam tiap-tiap kantong plastic. Berilah tanda pada setiap 10 derajat lingkaran, untuk tiap-tiap lingkaran. Ketika tangkai tumbuh kira-kira panjangnya 5 cm, ubah posisi ketiga kantong sehingga arah panahnya satu menghadap ke bawah, satu ke kanan dan satu ke kiri. Biarkan kantong keempat sebagai kantong pembanding (pengontrol), dan sisanya dengan arah panah keatas. Lakukan pengamatan harian selama 7 hari, guankan lingkaran yang digambar tadi untuk membandingkan perubahan arah tiap-tiap tangkai dan akar tumbuhan.


Petunjuk untuk lomba ilmiah : ambil foto-foto untuk menggambarkan prosedur dan hasil eksperimen.


Saatnya Beraksi
  1. Sebagian besar tanaman tumbuh, tunasnya muncul kearah atas dan akar kea rah bawah jika ditanam pada permukaan yang datar. Tunjukkan ini dengan mengisi talam (vas bunga) dengan tanah humus yang kedalamannya kira-kira 5 cm. tanam 6-8 kacang buncis dalam tanah, dan basahi dengan air. Tegakkan tusuk gigi dalam tanah secara vertical pada tiap-tiap kacang. Sangga satu ujung talamdengan menempatkan sebongkah tanah liat atau batu pada tiap sudut. Ketika muncul tunas, gunakan busur derajat tiap hari untuk mengukur sudut antara tunas dan tusuk gigi. Ulangi eksperimen, gunakan bibit dan tumbuhan yang berbeda, seperti gambas, mentimun, kacang merah, atau jagung. Gunakan tusuk gigi yang berbeda warnanya untuk membedakan jenis bibit yang digunakan.
  2. Apakah gaya gravitasi mempengaruhi pertumbuhan tanaman sampai besar? Dengan izin orang dewasa, letakkan tanaman rumah yang kecil di tempat yang gelap dalam kamar mandi atau di bawah kotak kardus untuk menghalanginya dari cahaya. Amati posisi tangkai dan daun setelah satu minggu dan satu minggu berikutnya. Tambahkan air seperlunya untuk membuat tanah tetap basah. Setelah tiga minggu, secara hati-hati pindahkan tanah dan akar-akarnya dan amati arah pertumbuhan akar-akarnya yang dihubungkan dengan arah pertumbuhan tangkai. Ambil foto tanaman pada awal eksperimen dan setiap kamu mengamati tanaman.


Artikel Terkait

1 Komentar:

daud said...

terimakasih kak, cukup membantu (∩_∩)

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar disini :)

Materi Kelas VII

Materi Kelas VIII

Materi Kelas IX

Materi Kelas X

Materi Kelas XI

Materi Kelas XII